Alphad Syarif SH: GEMA Bangsa Fokus Menangkan Prabowo Subianto di 2029.
SAMARINDA, Kaltimberbicara.com – Partai GEMA Bangsa Kalimantan Timur (Kaltim), mulai mengonsolidasikan kekuatan politiknya menjelang kontestasi nasional mendatang.
Hal itu ditandai dengan kegiatan halal bihalal yang digelar di Sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jalan Sungai Muis, Samarinda, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut, dihadiri masyarakat umum serta pengurus partai.
Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan arah politik partai yang relatif baru di Kaltim.
Sekretaris DPW GEMA Bangsa Kaltim Slamet Riyadi Sulaiman SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program sosial selama Ramadan, mulai dari pembagian takjil, santunan anak yatim, hingga buka puasa bersama.
“Setelah kegiatan Ramadan, Ketua DPW memang merencanakan gelar halal bihalal, untuk masyarakat dan pengurus. Alhamdulillah hari ini terlaksana dan dihadiri masyarakat sejak pagi,” ujarnya, saat di wawancarai awak media.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat menjadi indikator awal bahwa partai masih memiliki ruang, untuk membangun kepercayaan publik di tengah meningkatnya sikap apatis terhadap partai politik.
Sebagai partai baru, GEMA Bangsa saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Sekretaris DPW menyebutkan, struktur kepengurusan di tingkat Kabupaten/Kota di Kaltim telah terbentuk seluruhnya, sementara pembentukan di tingkat kecamatan masih dalam proses.
“Untuk Kabupaten Kota sudah 100 persen terbentuk, dan tinggal penguatan dan pendataan DPC di tingkat Kecamatan,” katanya.
Sejumlah daerah seperti Samarinda disebut telah mencapai pembentukan penuh, sementara wilayah lain masih dalam tahap penyempurnaan.
GEMA Bangsa mengklaim membawa pendekatan berbeda dibandingkan partai politik lain, dengan mengusung konsep desentralisasi politik.
Konsep ini menempatkan daerah sebagai aktor utama dalam menentukan arah kebijakan politik, termasuk dalam penentuan calon legislatif dan Kepala Daerah.
“Yang mengetahui kebutuhan daerah adalah daerah itu sendiri. Jadi tidak lagi sentralistik,” ujar Sekretaris DPW.
Di tempat yang sama, Ketua DPW GEMA Bangsa Kaltim, Alphad Syarif, menegaskan bahwa kewenangan tersebut, sepenuhnya diberikan kepada struktur daerah tanpa intervensi pusat.
“Daerah yang menentukan siapa calon legislatif, Bupati, Wali Kota, bahkan Gubernur. Pusat tidak ikut campur dalam keputusan itu,” ungkapnya.
Menurut Alphad, pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pemimpin yang lebih memahami kebutuhan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat akuntabilitas politik.
Dalam strategi jangka menengah, GEMA Bangsa menargetkan keikutsertaan dalam Pemilu 2029 dengan fokus awal meraih kursi di DPR RI.
Selain itu, partai juga telah menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto, untuk kembali maju sebagai calon presiden.
“Kami fokus mengusung Prabowo Subianto untuk Presiden 2029, kemudian menargetkan kursi DPR RI. Setelah itu baru fokus ke kepala daerah,” ujar Alphad.
Ia menambahkan, partainya akan mengedepankan figur-figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kapasitas dalam membangun daerah.
Usai Lebaran, DPW GEMA Bangsa Kaltim berencana melakukan konsolidasi ke seluruh Kabupaten/Kota, guna memperkuat struktur partai hingga ke tingkat bawah.
Langkah ini dinilai penting, untuk memastikan kesiapan organisasi menghadapi tahapan politik ke depan, termasuk verifikasi dan pendaftaran calon legislatif.
“Kami akan berkeliling ke 10 kabupaten kota untuk konsolidasi setelah Lebaran,” kata Alphad Syarif yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Samarinda pada periode 2014-2019.
Di tengah tren menurunnya kepercayaan publik terhadap partai politik, GEMA Bangsa berupaya menawarkan pendekatan yang lebih partisipatif, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting, dalam pengambilan keputusan politik.
“Kami berharap masyarakat tidak apatis lagi terhadap partai politik. Kami ingin memberikan ruang bagi aspirasi daerah,” tutupnya.
REDAKSI.*

