SAMARINDA, kaltimberbicara.com – Partai Demokrat Kalimantan Timur mulai menyusun langkah politik baru melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (12/6) malam.
Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menentukan arah kepemimpinan organisasi menuju agenda politik mendatang.
Pelaksanaan Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang evaluasi terhadap capaian politik partai di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui forum tersebut, Demokrat berupaya menyatukan kembali kekuatan organisasi hingga tingkat daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029.
Dalam dinamika yang berkembang selama pelaksanaan Musda, nama Bambang Soepriyadi mencuat sebagai figur yang berpeluang melanjutkan kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur secara definitif. Saat ini, Bambang masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD.
Meski demikian, Bambang menegaskan seluruh proses penetapan kepemimpinan tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan keputusan akhir akan ditentukan melalui forum resmi Musda.
“Pemilihan dilakukan sesuai aturan organisasi. Apabila nanti memang mengarah pada calon tunggal, seluruh proses tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Kita menunggu hasil resmi setelah seluruh agenda Musda selesai,” ujarnya.
Bambang merupakan kader yang telah lama aktif di lingkungan Partai Demokrat. Putra daerah asal Balikpapan itu sebelumnya juga pernah menempati sejumlah posisi strategis di tubuh partai, sebelum mendapat amanah sebagai Plt Ketua DPD Demokrat Kaltim.
Dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan turut disampaikan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho.
Ia menilai pengalaman organisasi yang dimiliki Bambang menjadi modal penting, untuk memperkuat posisi Demokrat di Kalimantan Timur.
Menurut Irwan, kepemimpinan baru nantinya diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan publik, sekaligus memperluas basis dukungan partai di daerah.
“Mas Bambang bukan sosok baru di Demokrat. Pengalamannya cukup panjang dan saya optimistis kepemimpinannya dapat memperkuat kembali kepercayaan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menekankan bahwa Musda kali ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan politik Demokrat di Kalimantan Timur.
Ia menilai tantangan partai ke depan bukan hanya mempertahankan eksistensi politik, tetapi juga membangun ulang soliditas organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Target kita adalah memperkuat kembali Demokrat di Kalimantan Timur. Kita pernah memiliki representasi kuat, baik di DPR RI maupun DPRD provinsi, dan itu menjadi semangat yang ingin dibangun kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman menyebut kepengurusan yang terbentuk dari Musda nantinya diharapkan mampu merancang strategi politik, yang lebih terukur dan adaptif menghadapi kontestasi politik 2029.
Selain itu, ruang partisipasi bagi tokoh masyarakat juga diharapkan semakin terbuka untuk memperkuat struktur partai.
Mengusung tema “Memperkuat Barisan, Membangun Kekuatan, dan Merebut Kemenangan Menuju 2029”, Musda VI Demokrat Kaltim diproyeksikan menjadi titik awal penguatan mesin organisasi sekaligus langkah konsolidasi menghadapi persaingan politik di Benua Etam.

Hingga berita ini diturunkan, rangkaian sidang dan agenda Musda VI Partai Demokrat Kalimantan Timur, masih berlangsung dan keputusan resmi terkait penetapan Ketua DPD definitif belum diumumkan.
REDAKSI.

