Dinilai Sukses Majukan Unmul, Prof. Abdunnur Raih Dukungan Tokoh Agama, Adat dan Akademisi Kaltim.

SAMARINDA, Kaltimberbicara.com – Dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Dr. Abdunnur, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menguat. Sejumlah tokoh agama, tokoh adat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur menyatakan dukungannya dalam sebuah forum yang digelar di Cafe Aven’s, Samarinda, Rabu (11/6/2026).

Pertemuan yang diprakarsai Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kalimantan Timur itu, sekaligus menjadi wadah penyampaian sikap terhadap dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman, yang belakangan menjadi perhatian publik.

Inisiator Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kaltim, A. Vendy Meru, S.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap Prof. Abdunnur lahir dari penilaian atas rekam jejak, integritas, dan berbagai capaian yang telah ditorehkan selama memimpin Universitas Mulawarman.

Menurutnya, perguruan tinggi harus dipimpin oleh sosok yang memiliki kapasitas akademik dan kemampuan membangun institusi, bukan karena kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

“Dukungan ini bukan berangkat dari kepentingan politik. Kami melihat ada prestasi dan capaian nyata yang telah diberikan untuk kemajuan Universitas Mulawarman, dengan kepemimpinan perguruan tinggi harus diukur dari integritas, kapasitas dan hasil kerja yang telah dibuktikan,” ujar Vendy.

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh Kalimantan Timur, di antaranya Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kaltim Dr. H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si., Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim H. Viktor Yuan, S.H., M.H., Kepala Adat Pampang Amai Esrom Palan, akademisi Prof. Dr. Adri Patton, M.Si., tokoh agama H. Muhammad Fathur Rahman Al-Kutai atau Ustad Pink, Pdt. Abraham, serta berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kaltim juga menyampaikan keprihatinan terhadap penundaan tahapan Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman, yang dinilai memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Vendy mengatakan, Universitas Mulawarman merupakan aset intelektual terbesar Kalimantan Timur, yang memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, ia menilai proses pergantian kepemimpinan di lingkungan kampus harus dijaga, agar tetap independen dan bebas dari segala bentuk intervensi.

“Kampus memiliki kedaulatan untuk menentukan masa depannya sendiri, dan jangan sampai ada kepentingan di luar dunia akademik yang memengaruhi proses demokrasi di perguruan tinggi,” tegasnya.

Forum juga menilai bahwa selama masa kepemimpinannya, Prof. Abdunnur telah membawa sejumlah kemajuan bagi Universitas Mulawarman, mulai dari peningkatan reputasi akademik, penguatan kerja sama nasional dan internasional, hingga pembangunan berbagai fasilitas penunjang pendidikan.

Capaian tersebut, menurut Forum, menjadi dasar objektif untuk mendukung keberlanjutan kepemimpinan, yang dinilai mampu menjaga stabilitas dan pengembangan institusi.

Selain menyampaikan dukungan terhadap Prof. Abdunnur, Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kalimantan Timur juga mengeluarkan lima poin pernyataan sikap.

Pertama, menolak segala bentuk intervensi politik dalam proses Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman.

Kedua, mendesak seluruh pihak menghormati independensi Universitas Mulawarman sebagai institusi akademik, yang memiliki hak menentukan kepemimpinannya secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga, meminta Senat Universitas Mulawarman dan Panitia Pemilihan Rektor menjalankan seluruh tahapan pemilihan secara profesional, transparan, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.

Keempat, mendukung keberlanjutan kepemimpinan yang memiliki rekam jejak, integritas dan prestasi yang terbukti dalam memajukan Universitas Mulawarman, termasuk capaian yang telah ditunjukkan Prof. Abdunnur selama masa kepemimpinannya.

Kelima, mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, tokoh masyarakat dan masyarakat Kalimantan Timur, untuk bersama-sama menjaga marwah Universitas Mulawarman dari segala bentuk upaya yang dapat merusak independensi dan kehormatan kampus.

Vendy menambahkan, perjuangan menjaga independensi perguruan tinggi bukanlah untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu, melainkan untuk memastikan dunia pendidikan tetap berdiri di atas nilai, integritas dan prestasi.

“Kami ingin Universitas Mulawarman tetap menjadi kampus yang merdeka dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, dan pendidikan tinggi harus dijauhkan dari kepentingan politik praktis agar mampu melahirkan generasi yang kritis, berintegritas dan siap membangun daerah maupun bangsa,” pungkasnya.

REDAKSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *