BALIKPAPAN, kaltimberbicara.com — PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bertajuk Pelindo Berbagi Ramadan 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memaknai bulan suci Ramadan, dengan memperkuat semangat kebersamaan dan berbagi kepada masyarakat, di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut, merupakan kegiatan sosial yang digelar secara serentak oleh anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, yang tergabung dalam grup PT Pelabuhan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan, dengan lingkungan sosial di sekitar pelabuhan.
Di lingkungan PT Kaltim Kariangau Terminal, Pelindo Berbagi Ramadan 2026 diwujudkan melalui tiga kegiatan utama, yakni pemberian santunan kepada anak yatim, pembagian takjil bagi masyarakat, serta penyaluran paket sembako kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Santunan anak yatim disalurkan kepada anak-anak yang berada di Yayasan Darul Khidmah Sidogiri Balikpapan,.yang berlokasi di Kelurahan Kariangau.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat memberikan dukungan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian, khususnya di bulan Ramadan.
Selain santunan, perusahaan juga melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Paket makanan dan minuman untuk berbuka puasa dibagikan kepada masyarakat, serta warga RT di sekitar perusahaan yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Program kepedulian ini juga menyasar Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas operasional pelabuhan.
PT Kaltim Kariangau Terminal menyalurkan paket sembako gratis kepada para TKBM, sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat di terminal.
Kegiatan sosial tersebut juga dilaksanakan langsung di wilayah sekitar perusahaan, tepatnya di RT 8, RT 9, dan RT 15 Selok Baru, Kelurahan Kariangau.
Kawasan tersebut, merupakan lingkungan yang berada dekat dengan wilayah operasional perusahaan, dan selama ini memiliki hubungan sosial yang erat dengan aktivitas pelabuhan.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, mengatakan bahwa program Pelindo Berbagi Ramadan merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan, dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan, dengan melalui program Pelindo Berbagi Ramadan 2026 ini, Kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta para pekerja yang menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan,” ujar Enriany.
Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi upaya perusahaan untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat. Kehadiran pelabuhan tidak hanya sebagai pusat aktivitas logistik, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang tumbuh bersama masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan program Pelindo Berbagi Ramadan 2026, PT Kaltim Kariangau Terminal menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat berbagi di bulan suci Ramadan, perusahaan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.
Sebagai informasi, PT Kaltim Kariangau Terminal merupakan perusahaan patungan antara Pemerintah Pusat, melalui PT Pelindo Terminal Petikemas dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui PT Kaltim Melati Bhakti Satya.
Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola dan memberikan jasa kepelabuhanan di kawasan Kariangau, Kota Balikpapan.
Pada tahap awal operasionalnya, perusahaan akan mengelola terminal petikemas yang diharapkan mampu memberikan pelayanan kepelabuhanan secara lebih efisien dari sisi waktu dan biaya, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.
REDAKSI.

