Helmi Abdullah Akhirnya Buka Suara Usai Diusung Kader Gerindra: Kalau Mau Jadi Wali Kota, Kita Harus Kerja Dulu.

SAMARINDA, kaltimberbicara.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah, menanggapi dukungan yang diberikan kader partainya, untuk maju sebagai calon Wali Kota Samarinda pada kontestasi politik Tahun 2029 mendatang.

Menurutnya, hasil konsolidasi internal tersebut merupakan aspirasi kader, namun seluruh proses politik di Partai Gerindra tetap harus mengikuti mekanisme organisasi dan penilaian dari pimpinan partai.

Pernyataan itu disampaikan Helmi usai menghadiri konsolidasi internal DPC Partai Gerindra Kota Samarinda di Hotel Harris Samarinda, Jumat (5/6/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan tersebut sesungguhnya adalah memperkuat struktur organisasi partai, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) beberapa waktu lalu.

“Hari ini memang agenda Kami, adalah konsolidasi organisasi DPC dan PAC untuk menindaklanjuti arahan DPD maupun DPP agar seluruh DPC segera membenahi infrastruktur partai menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.

Menurut Helmi, langkah pertama yang dilakukan adalah merampungkan kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) pada 10 kecamatan di Kota Samarinda serta membagikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan ranting di 59 kelurahan.

Selain itu, pihaknya juga masih memiliki pekerjaan rumah, untuk menyempurnakan kepengurusan di tingkat anak ranting atau RT.

“Saat ini Kami masih membenahi infrastruktur di tingkat RT, dan target Kami pada 2026 seluruh kepengurusan anak ranting di 1.971 RT dapat selesai dibentuk dan diverifikasi,” katanya.

Helmi menuturkan, penguatan organisasi menjadi modal penting bagi Partai Gerindra dalam menghadapi verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.

Selain pembenahan struktur, partai juga akan menjalankan berbagai program kerja seperti pendidikan politik bagi kader dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Terkait dukungan kader agar dirinya maju sebagai calon Wali Kota Samarinda, Helmi mengaku menghargai aspirasi tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya hanya mendengar dan menerima pandangan dari kader yang menginginkan partai mulai bekerja sejak dini.

“Dalam rapat tadi saya hanya mendengar aspirasi dari kawan-kawan, dan mereka berpandangan kalau ada rencana maju sebagai kepala daerah, maka harus mulai bekerja dan bersosialisasi dari sekarang,” jelasnya.

Ia menilai, kontestasi pemilihan kepala daerah membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurutnya, seorang calon harus membangun pengenalan dan komunikasi dengan masyarakat jauh sebelum tahapan pemilihan dimulai.

“Kalau bicara kepala daerah, tidak bisa ujug-ujug mencalonkan. Harus ada kerja politik, sosialisasi dan pengenalan kepada masyarakat. Saya sampaikan kepada teman-teman, kalau memang mau mendukung saya, mari kita bekerja bersama,” ungkapnya.

Meski mendapat dorongan dari kader, Helmi menegaskan bahwa penentuan calon kepala daerah di Partai Gerindra tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Menurutnya, budaya politik di Partai Gerindra selalu mengutamakan kader internal, namun setiap figur tetap harus menunjukkan keseriusan dan kinerja yang akan dinilai oleh pimpinan partai.

“Kami bekerja dulu. Nanti DPD dan DPP yang akan menilai keseriusan dan hasil kerja kami, termasuk melalui survei. Kalau surveinya tidak bagus, tentu partai bisa mencari alternatif kader lain yang lebih potensial,” katanya.

Helmi juga mengingatkan bahwa, Partai Gerindra memiliki banyak kader yang dinilai layak untuk maju dalam berbagai kontestasi politik, sehingga seluruh kader harus menghormati proses dan mekanisme organisasi.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa sebagai Ketua DPC Partai Gerindra dan Ketua DPRD Samarinda, dirinya memiliki tanggung jawab, untuk membesarkan partai dan memanfaatkan seluruh infrastruktur organisasi yang telah terbentuk.

Saat ini, Gerindra Samarinda telah memiliki kepengurusan DPC, PAC di 10 kecamatan, ranting di 59 kelurahan, dan tengah menyelesaikan pembentukan anak ranting di 1.971 RT.

“Kami sudah memiliki infrastruktur partai yang kuat. Kalau teman-teman kader siap mendukung, maka mari kita bekerja, turun ke masyarakat dan memperkenalkan program-program yang bermanfaat,” ujarnya.

Helmi juga menanggapi harapan kader agar berbagai program pembangunan yang telah berjalan di Kota Samarinda, dapat terus dilanjutkan.

Menurutnya, salah satu program yang dinilai berhasil adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya).

Ia mengaku ikut terlibat dalam proses sosialisasi program tersebut, sejak awal bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan melihat langsung manfaatnya bagi masyarakat.

“Berdasarkan berbagai survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap salah satu program itu sangat tinggi. Kalau suatu saat Saya dipercaya memimpin, Saya tidak akan malu untuk meneruskan, bahkan meningkatkan program-program yang terbukti baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, Helmi kembali menekankan bahwa fokus utama Partai Gerindra saat ini adalah memperkuat organisasi dan bekerja untuk masyarakat, sementara seluruh keputusan politik akan tetap mengikuti mekanisme dan keputusan partai.

“Kami tidak boleh jumawa, tetapi juga tidak boleh kehilangan semangat, dan kalau partai sudah memutuskan, maka seluruh kader harus bergerak dalam satu komando, untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Kota Samarinda,” pungkas Helmi.

REDAKSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *