SAMARINDA, kaltimberbicara.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kalimantan Timur (Kaltim), telah mulai melakukan langkah serius untuk menghidupkan kembali organisasi, melalui rapat kerja pengurus yang digelar, sebagai bagian dari penataan ulang internal, di Kantor Sekretariat DPW APRI Kaltim Jalan Drs. H. Anang Hasyim Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (2/5/2026) malam.
Langkah ini dilakukan setelah organisasi tersebut, dinilai cukup lama tidak menunjukkan pergerakan signifikan.
Melalui rapat kerja, pengurus berupaya memperkuat struktur sekaligus menyusun strategi baru, agar APRI Kaltim dapat kembali menjalankan fungsi dan perannya secara optimal.
Sekretaris DPW APRI Kaltim, Testia Sendi Radi Tio, mengungkapkan bahwa rapat kerja menjadi titik awal konsolidasi organisasi, untuk bangkit dan bergerak lebih terarah.
“Rapat ini merupakan upaya kami melakukan penataan ulang internal agar DPW APRI Kaltim bisa segera bergerak menjalankan fungsinya setelah sekian lama tidak ada pergerakan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Minggu (3/5/2026) malam.
Dalam forum tersebut, pengurus juga menyepakati adanya perombakan struktur organisasi, terutama pada jajaran inti seperti Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, serta sejumlah bidang lainnya.
Hal ini dilakukan, karena sebagian pengurus sebelumnya tidak lagi aktif.
Menurut Testia, pembaruan struktur ini bertujuan membentuk tim yang lebih solid, responsif, dan mampu bekerja nyata dalam menjawab tantangan organisasi ke depan.
Tak hanya fokus pada internal, APRI Kaltim juga menyusun agenda strategis yang melibatkan berbagai pihak.
Salah satunya adalah rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), yang akan menghadirkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pelaku usaha kecil menengah (UKM), serta koperasi.
FGD tersebut, direncanakan akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Selain itu, APRI Kaltim juga akan melakukan sinkronisasi program dengan pengurus di Tingkat Kabupaten/Kota (DPC), guna memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi hingga ke akar.
Dalam upaya memperkuat posisi organisasi di tingkat nasional, APRI Kaltim juga berencana merekrut tokoh-tokoh strategis sebagai Dewan Pembina, termasuk dari kalangan legislatif seperti anggota DPR RI Komisi XII.
Langkah ini, diharapkan dapat membuka akses komunikasi yang lebih luas, serta mempercepat koordinasi dalam memperjuangkan kepentingan penambang rakyat, khususnya terkait isu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Di sisi lain, APRI Kaltim juga menargetkan penguatan sektor usaha melalui pembentukan dan pengembangan koperasi, sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian finansial organisasi.
“Ini menjadi bagian dari komitmen Kami untuk membangun organisasi yang lebih kuat, tidak hanya dari sisi struktur, tetapi juga secara ekonomi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota,” pungkasnya.
REDAKSI.

