KKT Siapkan Terminal Logistik Andal untuk Menopang Kawasan Industri dan IKN.

BALIKPAPAN, kaltimberbicara.com — Peningkatan aktivitas logistik di Kalimantan Timur seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) melakukan penguatan operasional dan modernisasi peralatan terminal untuk menjaga kelancaran distribusi barang.

Langkah tersebut disampaikan manajemen KKT, saat menerima kunjungan Kaltim Post Group di kawasan terminal Kariangau, Balikpapan, Selasa (19/5/2026).

Rombongan yang dipimpin Direktur Kaltim Post Group, Erwin Dede Nugroho, diterima Direktur Operasi dan Teknik KKT, Sulaeman Hattase, bersama Manajer Operasi dan Komersial Jefri Rumbino serta Manajer Teknik Akbar Hidayat.

Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari perkembangan arus logistik di wilayah penyangga IKN, hingga kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan pelabuhan.

Sulaeman mengatakan KKT saat ini memegang peran penting dalam rantai distribusi logistik di Kalimantan Timur, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang, untuk mendukung kawasan industri dan pembangunan nasional di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan penyesuaian dan penguatan operasional agar pelayanan tetap optimal. KKT hadir bukan hanya sebagai terminal, tetapi juga bagian penting dalam mendukung rantai logistik di Kalimantan Timur,” kata Sulaeman.

Selain penguatan layanan, KKT juga menyoroti persoalan akses jalan menuju terminal.

Menurutnya, kondisi jalan di dalam kawasan pelabuhan telah mendukung mobilitas kendaraan logistik.

Namun, sejumlah ruas jalan di luar kawasan terminal masih mengalami kerusakan.

Ia menilai kondisi tersebut, berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang dan keselamatan transportasi logistik.

“Kondisi jalan di luar kawasan tentu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran distribusi barang, dan Kami berharap ada solusi bersama agar aktivitas transportasi barang tetap tertib,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kepadatan operasional terminal, KKT juga melakukan modernisasi alat bongkar muat dengan menghadirkan side loader untuk mendukung penanganan container empty atau petikemas kosong.

Aktivitas perpindahan petikemas kosong saat ini, menjadi salah satu kegiatan dominan di area container yard.

Pergerakan antarblok harus dilakukan secara cepat dan presisi, untuk menjaga optimalisasi ruang penumpukan, sekaligus memastikan arus logistik tetap berjalan lancar.

Menurut Sulaeman, kebutuhan terhadap peralatan yang lebih fleksibel dan adaptif menjadi penting seiring meningkatnya intensitas operasional di terminal.

“Investasi ini Kami lakukan untuk menjawab kebutuhan operasional yang terus berkembang. Aktivitas container empty cukup tinggi, sehingga diperlukan alat yang mampu bekerja cepat, fleksibel, dan presisi,” jelasnya.

Side loader merupakan alat yang dirancang, untuk mengangkat dan memindahkan petikemas dari sisi samping kendaraan.

Peralatan tersebut memiliki fungsi lifting untuk proses lift on dan lift off petikemas, serta fungsi shifting untuk memindahkan petikemas dari satu titik ke titik lain di area terminal.

Kemampuan itu membuat side loader dinilai efektif digunakan di area dengan tingkat kepadatan tinggi, khususnya untuk mendukung distribusi petikemas jarak pendek secara lebih efisien.

Sulaeman menegaskan pengelolaan petikemas kosong, yang optimal memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas terminal, dan kelancaran rantai logistik secara keseluruhan.

“Efisiensi penanganan petikemas kosong sangat penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran operasional terminal secara keseluruhan, dan dengan dukungan alat baru ini, kami berharap proses distribusi menjadi lebih cepat dan optimal,” tuturnya.

Ia menambahkan modernisasi alat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan daya saing terminal logistik di Kalimantan Timur.

“Kami ingin memastikan pelayanan tetap kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Modernisasi alat menjadi salah satu langkah penting agar KKT terus berkembang sebagai terminal logistik yang andal,” pungkasnya.

REDAKSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *